Selasa, 03 Januari 2012

Simulasi SAR MPCA LAWALATA-IPB (Bagian Kedua)

Lihat bagian pertama
Tulisan oleh Via Mardiana "Pucuk"

4 Desember 2011. Aku terbangun oleh terpaan angin dan tetesan embun yang jatuh dari dedaunan yang mengenai wajah. Terdengar suara Adzan Subuh dari perkampungan dibawah. Kampung Tapos. Aku membangunkan kedua temanku dan mengajak mereka sholat berjamaah. Setelah itu kami memasak untuk sarapan pagi.

Sinar matahari mulai menerobos di sela-sela pohon Pinus. Akupun menghirup napas dalam-dalam sembari  menikmati indahnya garis-garis cahaya yang menerangi camp kami. Ahhhh,,, segar rasanya. Kulihat teman MPCA kelompok lain sedang sibuk berkemas dan mempersiapkan sarapan pagi. Setelah makan, Firdaus member tanda untuk berkumpul. Aku bergabung dengan anggota MPCA lainnya melakukan olah raga pemanasan.

Pukul 06.00 WIB, Kak Alam mengulang materi SAR. Selain itu, dia juga mengajarkan kami cara menggunakan Handy Talky (HT) dan Global Position System (GPS). Kedua alat tersebut sangat berguna untuk berkomunikasi dan mengetahui titik koordinat sewaktu melakukan pencarian korban.

Selesai review materi, lalu kami mempraktekkan SAR selama 4 kali. Kami menggunakan dua metode dalam simulasi kali ini. Pertama Metode Sisir, yaitu setiap anggota SRU menyisir daerah secara berjajar dengan jarak 5 meter antar pencari. Sedangkan Metode Radar, mencari korban dengan batas-batas yang telah ditentukan setelah menemukan tanda-tanda (barang) dari korban.

Simulasi pertama, sekitar pukul 08.00 WIB. Korban, dalam simulasi ini berupa Topi, berhasil kami temukan tersangkut di Pohon Pinus.

Simulasi kedua, kami mencari dua orang pendaki yang hilang. Diperkirakan mereka ada di sebelah barat. Korban ditemukan disemak-semak, dengan pakaian yang tersangkut di Pohon Pinus.

Simulasi ke tiga, kami mencari 2 Orang yang hilang dihutan dengan perkiraan  posisi disebelah utara kami. Dengan metode gabungan, Sisir dan Radar, kami menemukan korban yang tergeletak di pohon dan tas ransel mereka berserak di semak-semak dekat korban.

Pada simulasi keempat, kami mencari dua korban yang hilang kearah selatan. Korban pertama ditemukan, namun korban kedua tidak berhasil kami temukan. Sampai waktu yang diberikanpun habis.

Karena kondisi sudah lelah, maka kami diberi waktu untuk istirahat. Senior memberi waktu 45 menit untuk Sholat, memasak dan makan siang.

Setelah beristirahat, MPCA dikumpulkan di sungai kecil dekat dengan camp senior. Dengan tas ransel, kami disuruh membuat rakit dan harus bisa dinaiki. Hal ini untuk memeriksa packing basah kami sudah benar atau belum. Ternyata tas ransel kami mengambang.

Setelah itu, untuk mengusir dingin, kami push-up di sungai. Atas instruksi Senior, kami menenggelamkan kepala selama 20 detik. Menenangkan pikiran dan merenungi kesalahan yang telah diperbuat.  “Kalian itu bukan tidak bisa, tapi tidak mau bisa”, kata Senior, memberi semangat.

Dengan kemauan yang kuat dan kerjasama tim yang baik segala pekerjaan akan mudah dilakukan. Itulah pesannya.

Kak Alam, mengevaluasi kesalahan-kesalahan kami waktu simulasi tadi. Katanya, dalam SAR, setiap Search and Rescue Unit (SRU) harus mengutamakan keselamatan diri sendiri dan anggotanya sebelum menolong korban. Selain itu, kita harus memperhatikan waktu juga agar tidak kehabisan logistik dan tenaga selama pencarian.

Sekitar pukul 16.00 WIB kamipun bergegas pulang. Berjalan menuju tempat dimana Angkot menurunkan kami saat berangkat kemarin. Sekitar 18.00 WIB, angkot yang membawa kami tiba di depan Sekretariat LAWALATA-IPB. Sebelum pulang, Kak Embang memimpin kami untuk mengadakan evaluasi dari keseluruhan praktek lapangan MPCA kali ini.  

Penulis adalah anggota dari Masa Pembinaan Calon Anggota (MPCA) LAWALATA-IPB 2011-2012.

0 comments:

Poskan Komentar