Tulisan oleh Via Mardiana "Pucuk"
4
Desember 2011. Aku terbangun oleh terpaan angin dan tetesan embun yang jatuh
dari dedaunan yang mengenai wajah. Terdengar suara Adzan Subuh dari
perkampungan dibawah. Kampung Tapos. Aku membangunkan kedua temanku dan mengajak
mereka sholat berjamaah. Setelah itu kami memasak untuk sarapan pagi.
Sinar
matahari mulai menerobos di sela-sela pohon Pinus. Akupun menghirup napas
dalam-dalam sembari menikmati indahnya garis-garis cahaya yang menerangi camp kami. Ahhhh,,, segar rasanya. Kulihat teman MPCA kelompok
lain sedang sibuk berkemas dan mempersiapkan sarapan pagi. Setelah
makan, Firdaus member tanda untuk berkumpul. Aku bergabung dengan anggota MPCA
lainnya melakukan olah raga pemanasan.
Pukul
06.00 WIB, Kak Alam mengulang materi SAR. Selain itu, dia juga mengajarkan kami
cara menggunakan Handy Talky (HT) dan Global Position
System (GPS). Kedua alat tersebut sangat berguna untuk berkomunikasi
dan mengetahui titik koordinat sewaktu melakukan pencarian korban.
Selesai review materi,
lalu kami mempraktekkan SAR selama 4 kali. Kami menggunakan dua metode dalam
simulasi kali ini. Pertama Metode Sisir, yaitu setiap anggota SRU menyisir
daerah secara berjajar dengan jarak 5 meter antar pencari. Sedangkan Metode
Radar, mencari korban dengan batas-batas yang telah ditentukan setelah
menemukan tanda-tanda (barang) dari korban.
Simulasi
pertama, sekitar pukul 08.00 WIB. Korban, dalam simulasi ini berupa Topi,
berhasil kami temukan tersangkut di Pohon Pinus.
Simulasi
kedua, kami mencari dua orang pendaki yang hilang. Diperkirakan mereka ada di sebelah
barat. Korban ditemukan disemak-semak, dengan pakaian yang tersangkut di Pohon
Pinus.
Simulasi
ke tiga, kami mencari 2 Orang yang hilang dihutan dengan perkiraan posisi disebelah utara kami. Dengan metode
gabungan, Sisir dan Radar, kami menemukan korban yang tergeletak di pohon dan
tas ransel mereka berserak di semak-semak dekat korban.
Pada
simulasi keempat, kami mencari dua korban yang hilang kearah selatan. Korban
pertama ditemukan, namun korban kedua tidak berhasil kami temukan. Sampai waktu
yang diberikanpun habis.
Karena
kondisi sudah lelah, maka kami diberi waktu untuk istirahat. Senior memberi
waktu 45 menit untuk Sholat, memasak dan makan siang.
Setelah
beristirahat, MPCA dikumpulkan di sungai kecil dekat dengan camp senior. Dengan
tas ransel, kami disuruh membuat rakit dan harus bisa dinaiki. Hal ini untuk
memeriksa packing basah kami sudah benar atau belum. Ternyata
tas ransel kami mengambang.
Setelah
itu, untuk mengusir dingin, kami push-up di sungai. Atas instruksi Senior, kami
menenggelamkan kepala selama 20 detik. Menenangkan pikiran dan merenungi
kesalahan yang telah diperbuat. “Kalian itu bukan tidak bisa, tapi
tidak mau bisa”, kata Senior, memberi semangat.
Dengan
kemauan yang kuat dan kerjasama tim yang baik segala pekerjaan akan mudah
dilakukan. Itulah pesannya.
Kak
Alam, mengevaluasi kesalahan-kesalahan kami waktu simulasi tadi. Katanya, dalam
SAR, setiap Search and Rescue Unit (SRU)
harus mengutamakan keselamatan diri sendiri dan anggotanya sebelum menolong
korban. Selain itu, kita harus memperhatikan waktu juga agar tidak kehabisan
logistik dan tenaga selama pencarian.
Sekitar
pukul 16.00 WIB kamipun bergegas pulang. Berjalan menuju tempat dimana Angkot
menurunkan kami saat berangkat kemarin. Sekitar 18.00 WIB, angkot yang membawa
kami tiba di depan Sekretariat LAWALATA-IPB. Sebelum pulang, Kak Embang
memimpin kami untuk mengadakan evaluasi dari keseluruhan praktek lapangan MPCA
kali ini.
Penulis adalah anggota dari Masa Pembinaan Calon Anggota (MPCA) LAWALATA-IPB 2011-2012.
0 comments:
Poskan Komentar